Home

Senin, 06 Juli 2009

SBY Bicara Sihir

SBY Bicara Sihir
Sebut Ada yang Pakai Sihir di Pilpres ; Selamat Ikuti Debat Capres karena Zikir ; Pramono Anung Anggap Sudah di Luar Konteks, Permadi Heran ; Tim JK-Wiranto: SBY Ingin Terlihat seperti Dizalimi
www.pbr.or.id

Artikel Terkait:
Minggu, 5 Juli 2009 | 10:27 WITA

Bogor, Tribun - Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku khawatir pada ilmu sihir menjelang pemilu presiden. Untuk itu, ia akan terus berzikir untuk menangkalnya.

"Saat ini adalah musim pemilu presiden dan pemilu wapres. Banyak yang menggunakan ilmu sihir," kata SBY saat menggelar acara zikir bersama pengajian Majelis Dzikir SBY Nurussalamdi kediaman pribadinya, Puri Cikeas, Bogor, Jumat (3/7) malam.

Pernyataan SBY yang dikutip oleh media cetak dan online, Sabtu (4/7), mendapat reaksi dari kubu pasangan Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. Di beberapa situs berita online seperti kompas.com, detikcom, tempointeraktif, dan tribun-timur.com langsung mendapat beragam tanggapan pembaca tak lama setelah berita terseut di-upload.

SBY mengemukakan soal sihir tersebut dalam zikir yang dihadiri oleh Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, serta Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Di hadapan hadirin, SBY pun bercerita pengalamannya menghindari sihir saat akan menghadiri acara debat capres, Kamis (2/7) malam di Balai Sarbini, Jakarta.
"Semalam (Kamis) ketika kami akan menghadiri debat capres, saya, istri, pengawal, dan pengemudi sejak keluar dari rumah terus berzikir. Akhirnya kami selamat sampai tujuan," tuturnya.

Menurut SBY, selain berzikir, doa juga patut terus dilayangkan. Ada tujuh jenis doa yang selalu dipanjatkan oleh pria asal Pacitan, Jawa Timur, tersebut.
Pertama, SBY berharap Indonesia agar terus tumbuh menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Kedua, Pilpres berlangsung aman. Lalu, ia berharap semoga dalam pemilihan presiden dan wapres dijauhkan dari cara-cara yang tidak terpuji, seperti fitnah dan kampanye hitam seperti isu menganut agama lain.

"Keempat, semoga semua menerima hasil pemilu. Kelima, semoga KPU bisa menyelenggarakan pilpres dengan baik. Keenam, semoga perjuangan SBY-Boediono diridhai Allah. Terakhir, semoga kita yang berzikir ini sama mendapat keselamatan dunia akhirat," tutupnya.

Ilmu Hitam
Mantan tim sukses SBY pada Pilpres 2004, Ali Mochtar Ngabalin yang juga Ketua Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menilai, pernyataan SBY tersebut menjadi justifikasi atau pembenaran di masyarakat terhadap penggunaan ilmu hitam.

Padahal, kata Ali yang kini menjadi tim sukses JK-Wiranto itu, ilmu hitam dilarang dalam agama manapun, (lihat:Ada Capres yang Suka ke Kuburan).
Politisi senior, Permadi, menilai pengakuan SBY tersebut sebagai hal aneh. Permadi heran SBY yang bergelar doktor itu percaya sihir. "SBY itu kontroversial, kenapa dia bilang musuh-musuhnya pakai sihir. Sangat aneh! Jangan-jangan yang pakai sihir SBY," tutur Permadi.

Mantan politisi PDIP yang kini hijrah ke Gerindra ini heran SBY yang mendapat gelar doktor dari IPB itu masih percaya sihir.

"Masa seorang doktor percaya pada sihir. Apalagi dia bicara di depan kiai, diketawai sama kiai SBY percaya sihir," imbuh anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra.
Permadi meminta SBY membuktikan ucapannya dengan berani mengatakan siapa yang menggunakan ilmu sihir. Jika tidak, maka SBY dianggap menimbulkan fitnah.

"Mengada-ada SBY. SBY sudah takut kalah dengan nuduh orang lain pakai sihir," tandas pria yang sering dilabeli sebagai paranormal ini.

Permadi mengatakan, sejauh yang dia tahu tidak ada capres maupun cawapres yang menggunakan sihir, termasuk Mega dan Prabowo."Nggak pernah saya melihat sihir," tegas pria yang gemar mengenakan pakaian hitam-hitam itu.
Mega-Prabowo
Penasihat Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo, Pramono Anung, mengatakan, ucapan SBY telah keluar dari konteks.

"Praktek sihir jauh dari pikiran kita semua. Kalau ada pasangan lain mengungkapkan hal seperti itu, itu out of context," kata Pramono di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

Pramono yakin, SBY tidak bermaksud menunjuk pasangan Mega-Prabowo maupun JK-Wiranto ketika mengungkapkan hal tersebut. Meski begitu, dia menilai pernyataan semacam itu tidak patut diucapkan.

"Jangan sampai kita menggunakan hal-hal di luar demokrasi untuk menarik simpati rakyat. Ini berkaitan dengan konfidensi (kepercayaan diri) orang di tengah detik-detik pelaksanaan pilpres," kata Pramono.

Dia menambahkan, di masa kampanye ini banyak hal yang sebelumnya hanya rumor menjadi kenyataan. Misalnya adalah isu SARA dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Unggulan

IDI? BELA dr. Ani Hasibuan

Makassar, 18 Mei 2019 Bentuk belaan dr. Nur Hasibuan beredar di medsos, IDI menyerukan mogok massal, berikut pesan yg beredar di Meds...

Most Populer