Home

Rabu, 08 Juli 2009

Tokoh Agama Tak Lagi Jadi Pendulang Suara, Keok dengan Pencitraan

Tokoh Agama Tak Lagi Jadi Pendulang Suara, Keok dengan Pencitraan
Indra Subagja - detikPemilu


Jakarta - Tokoh agama dinilai sudah tidak lagi efektif menjadi pendulang suara. Buktinya, dukungan ormas keagamaan besar pada salah satu capres dan cawapres tidak meningkatkan suara. Citra masih yang utama rupanya.

"Pencitraan yang utama, tokoh agama sudah tidak efeketif dan tidak mengakar lagi, terjadi delegitimasi struktural dan terjebak birokatisasi," kata pengamat politik UGM Arie Sudjito saat dihubungi melalui telepon, Rabu (8/7/2009).

Dia menilai di tubuh organisasi massa, dalam hal ini NU dan Muhammadiyah, sekarang telah terjadi fragmentasi dan tidak solid. "Sekarang sudah tidak menjadi mesin pengumpul suara lagi. Lagipula sekarang ormas mendukung secara malu-malu, tidak seperti dahulu NU yang nyata-nyata mendukung PKB dan itu memberikan suara signifikan," terangnya.

Selain itu saat ini politik aliran sudah semakin menyusut, penyebabnya bukan karena kepragmatisan tetapi karena tokoh agama yang tidak lagi memiliki basis hingga ke akar rumput.

"Harusnya ormas merefleksi diri, membenahi ulang. Dan ini sebagai bukti juga pemimpin agama gagal mengelola basis massa dia," tambahnya.

Sementara terkait kemenangan SBY, menurut Arie faktor incumbent membuat dia lebih mudah menata pencitraan. "SBY incumbent dan bisa memanfaatkan otoritas sehingga bisa unggul di pencitraan," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Unggulan

IDI? BELA dr. Ani Hasibuan

Makassar, 18 Mei 2019 Bentuk belaan dr. Nur Hasibuan beredar di medsos, IDI menyerukan mogok massal, berikut pesan yg beredar di Meds...

Most Populer